-----Every Day War #1: Begin-----
Cerita ini dimulai dari pertemanan 4 pria aneh yang hidupnya selalu aneh karena mereka GeJe. Mereka adalah Jibon, Kancil, Adi, Nugraha. Mereka sangat GeJe untungnya mereka semua tampan. Jadi banyak para banci banci ciiiin yang deketin mereke cius. ._. (gk sah dipikirin). Jibon itu orangnya paling waras dari ketiga temannya yang aneh banget. Entah mengapa dia mau berteman dengan ketiga soplak temannya itu. Berikutnya Kancil orang yamg pling Telmi di DUNIA. Teman-temannya hingga orang tuanya memanggilnya Kancil dengan harapan ia cerdik seperti cerita dongeng kancil. Kita harus ngomong sampai 3 kali berturut-turut. Sebenarnya itu tadi tips. Tapi biasannya orang ngomong 2 kali trus ganti topik jadi seperti bicara sendiri. Tip mas bro tip.
...Orang : Cil sudah kerjakan PR ??
...Orang : Cil sudah kerjakan PR ??
...Kancil : haa?
...Orang : *sama
...Kancil : Oh sudah kenapa ? mau Nyontek ya? (SUKSES)
Ini yang gagal biasannya orang yang baru kenal.
...Orang : Eh pinjam penghapus itu dong.
...Kancil : haa?
...Orang : Pinjem penghapusnya cil ? (sudah beda :o)
...Kancil : haa?
...Orang : Budek banget sih lo -,-
...Kancil : Oh sudah kenapa ? mau Nyontek ya? (GAGAL)
*krik..... krik...... krik..... krik.....
Yang berikutnya tetanggaan yang aneh Adi dan Nugraha. Kalo Nugraha orangnya diem waras sih tapi diem gk ngomong klo gk ditanya. Begitu juga sebenarnya Adi tapi bedanya si Adi selalu bilang "terus nyapo ?" (arti=terus kenapa)._. aneh banget ya???
Hari itu hari panas banget saya aja yang tak ikut cerita ini sampai kpanasan :p. Pulang sekolah "Bro nanti malam main ndek rumahku yuk" kata Jibon kepada ketiga soplak temannya. "terus nyapo?" suara Adi. "Haa?" suara kancil. "Jam beapa Bon" sahutan yang BENAR dari Nugraha. Dengan wajah tersenyum Jibon menjawab "Malam aja jam 7 ya datang bro main PES oke? bilangin Kancil tuh." "terus nyapo" Adi aneh. "Haa" parah ._. . Jibon pulang dengan speda motor satrianya dan Nugraha ngomong 3 kali ke kancil.
Jarum jam menunjukan angka setengah 8 malam. "Ortu lo kemana bon" tanya Kancil. "tauk yang penting kita main PES aja" jwb jibon sambil asik main PES. "haa?" parah. Mereka terus asik main PES.??di sini yang paling jago main PES Kancil lo, aneh gk??? Jarum jam menunjukaan angka 10 malam. Sepertinya mereka lupa soal rumah. Sunyi sekali tak ada suara apa pun kecuali suara teriakan mereka karena masukin Bola atau kalah atau teriak2 GeJe. Saat Kancil membawa bola melewati kiper dan..... Jgreeek!!!!!! "Hah ??" Jibon mengeluh. "Mati lampu ya" Kancil mengetahui mati lampu setelah beberapa menit kemudian (mungkin saat lampu mati masih ngerasa main kali y).
"Eh eh Gempa Gempa" Teriak Kancil (responnya cepet banget ???). "Eh iya cepet berlindung ke bawah meja" teriak Jibon. "terus nyapo???" sahut Adi. "Haa?" loh. Mereka bertiga berlindung di bawh meja menunggu gempa selesai. Loh loh kok tiga pemirsa. Lampu menyala dan gempa tiba2 berhenti. "Gila lo Cil gk berlindung apa". "Haa??". "untung gak roboh" sahut Nugraha. "Aneh banget kok gempa bersamaan dengan mati lampu, trus gempa selesai lampu menyala lagi, hmmm sekarang jam brp ?" Jibon bertanya dengan heran. "Haa??" jawaban salah. "wah Jam 11 malam gawat nih" jawab Nugraha. Mereka saling tatap menatap dengan keringat dingin yang keluar. Mungkin masih shock. "Pulang aja kalian nanti dicariin orang tua lo" Jibon mengatakannya sambil membukakan pintu. "Loh kok jalan raya sepi banget" sahut kancil saat pintu rumah terbuka. "Aneh biasannya ortu nelpon kalo udah jam 10" sahut Nugraha. "terus nyapo?" kata Adi. "Ortu ku juga belum pulang" Jibon menambahkan. Mereka pun pulang dengan wajah heran.
Jibon masih penasaran dia berpikir keras di dalam kamarnya "apa yang terjadi sih". Keadaan sangat sunyi gk seperti biasannya. Tiba tiba telpon Jibon berdering. Terlihat Nugraha menelpon Jibon pun mengangkatnya. "Halo Bon aneh banget nih jalanan sepi, Orang2 rumahku juga gk ada di rumah, coba deh liat jalan aku ke rumahmu sudah ya hemat pulsa aku bye". Belum sempat Jiibon menjawab Nugraha menutup telponnya. Jibon bergegas keluar rumah ia terkejut melihat kancil menaiki sepeda motor di depan rumahnya entah berapa lama Kancil ada di situ. Wajah Kancil tampak kebingungan. "Cil sudah lama di situ, gk ada orang sama sekali ya??" "haa" (ngomong 3 kali) "Iya bon aku bingung banget nih". "Udah tenang bentar lagi Adi dan Nugraha ksini kok". "haa?" (ngomong 3 kali). Tak lama kemudian Adi dan Nugraha datang bergoncengan. "Aneh banget kita keliling kota yuk agar tau apa yang terjadi" bilang Nugraha. "Oke bentar keluarin satria dulu" Jawab Jibon. "Lu bareng Kancil kenapa sih" sahut Nugraha. Dengan lidah menjulur kedepan Jibon masuk mengmbil jaket dan satrianya.
Mereka berkeliling kota tapi tidak ada siapa2. Mereka berhenti di pusat kota. Mereka saling tatap menatap. Di mata mereka muncul pikiran kebingungan. "Sepertinya kita tak bisa bertemu keluarga dan teman2 deh" Kata kancil. "Huss bisa kok cil, mungkin kita sedang tersedot di dunia yang aneh seperti di film2, kita pasti bisa kluar." Sahut Jibon sambil duduk di atas striannya. "Haaa?" jawaban salah. "Hahahahahahaha" Jibon, Adi, Nugraha tertawa terpahak-pahak karena jawaban Kancil.
"Eh ada keruman datang kesini" teriak Kancil (Lagi2 responnya). "Eh iya kok bajunnya sobek-sobek mungkin itu gelandangan yang merasa diusir kemalin kali ya" Jawab Jibon. "Tapi kok banyak ya" tambah Nugraha. "terus nyapo" jwban salah. Kerumunan itu semakin mendekat. Mereka mulai sadar kalo kerumunan itu adalah "ZOMBIE" teriak Kancil (responnya cpet ?). "Eh iya, apa yang harus kita lakukan" sahut Kancil. "Lari lah" teriak Jibon. "Haa?"
Mereka langsung mengendarai motornya untuk kabur. Tapi Zombie2 itu memegang senjta. Ada yang memakai jetpack senjata shotgun dan mengendarai motor ._. "Buju buset zombienya pake senjata segala" teriak Jibon walaupun tidak ada yang mendengarnya karena semua panik. Mereka hampir terkepuk. Di depnnya terhadang ratusan Zombieyang siap memakan otaknya. Zombie paling besar mengarahkan senjata anehnya ke 3 motor itu. BOOM. Mereka berempat terjatuh dari motor mereka ada di tengah2 kerumunan itu dan siap untuk otaknya dimakan. "Tamatlah kitaaaa" teriak Jibon. "terus nyapo" sahut Adi. "Haa?" tambah Kancil. Mereka semua panik dan berteriak "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"
"Eh diem tuh liat ada cahaya datang kemari" teriak Kancil (responnya sekali lagi cepat). Cahaya itu semakin mendekat dan mengeluarkan sebuah sinar laser mematikan. Menembaki semua zombie yang ada di situ. "Pesawat luar angkasa?" jawab Jibon. Peswat besar modern dan mereka berempat belum pernah melihat pesawat itu sebelumnya. Pesawat itu mendarat di depan mereka. Dan mereka berempat hanya diam bingung dan seperti orang aneh. Pintu besar pesawat itu terbuka menghantam tanah bumi ini. Muncul seorang pria dewasa bertubuh besar tegap dengan senjata tongkat yang dipegangnya berbaju hitam dan berkata "Jadi kalian ya yang terpilih ?". "terus nyapo" jawab Adi. "haa?" jawab Kancil. "Apa?" jawab jibon. Mereka berempat memasang wajah heran aneh GeJe nyebelin. Dan pria dewasa berbaju serba hitam itu berguman "Kenapa yang terpilih selalu soplak -_-".
"Eh eh Gempa Gempa" Teriak Kancil (responnya cepet banget ???). "Eh iya cepet berlindung ke bawah meja" teriak Jibon. "terus nyapo???" sahut Adi. "Haa?" loh. Mereka bertiga berlindung di bawh meja menunggu gempa selesai. Loh loh kok tiga pemirsa. Lampu menyala dan gempa tiba2 berhenti. "Gila lo Cil gk berlindung apa". "Haa??". "untung gak roboh" sahut Nugraha. "Aneh banget kok gempa bersamaan dengan mati lampu, trus gempa selesai lampu menyala lagi, hmmm sekarang jam brp ?" Jibon bertanya dengan heran. "Haa??" jawaban salah. "wah Jam 11 malam gawat nih" jawab Nugraha. Mereka saling tatap menatap dengan keringat dingin yang keluar. Mungkin masih shock. "Pulang aja kalian nanti dicariin orang tua lo" Jibon mengatakannya sambil membukakan pintu. "Loh kok jalan raya sepi banget" sahut kancil saat pintu rumah terbuka. "Aneh biasannya ortu nelpon kalo udah jam 10" sahut Nugraha. "terus nyapo?" kata Adi. "Ortu ku juga belum pulang" Jibon menambahkan. Mereka pun pulang dengan wajah heran.
Jibon masih penasaran dia berpikir keras di dalam kamarnya "apa yang terjadi sih". Keadaan sangat sunyi gk seperti biasannya. Tiba tiba telpon Jibon berdering. Terlihat Nugraha menelpon Jibon pun mengangkatnya. "Halo Bon aneh banget nih jalanan sepi, Orang2 rumahku juga gk ada di rumah, coba deh liat jalan aku ke rumahmu sudah ya hemat pulsa aku bye". Belum sempat Jiibon menjawab Nugraha menutup telponnya. Jibon bergegas keluar rumah ia terkejut melihat kancil menaiki sepeda motor di depan rumahnya entah berapa lama Kancil ada di situ. Wajah Kancil tampak kebingungan. "Cil sudah lama di situ, gk ada orang sama sekali ya??" "haa" (ngomong 3 kali) "Iya bon aku bingung banget nih". "Udah tenang bentar lagi Adi dan Nugraha ksini kok". "haa?" (ngomong 3 kali). Tak lama kemudian Adi dan Nugraha datang bergoncengan. "Aneh banget kita keliling kota yuk agar tau apa yang terjadi" bilang Nugraha. "Oke bentar keluarin satria dulu" Jawab Jibon. "Lu bareng Kancil kenapa sih" sahut Nugraha. Dengan lidah menjulur kedepan Jibon masuk mengmbil jaket dan satrianya.
Mereka berkeliling kota tapi tidak ada siapa2. Mereka berhenti di pusat kota. Mereka saling tatap menatap. Di mata mereka muncul pikiran kebingungan. "Sepertinya kita tak bisa bertemu keluarga dan teman2 deh" Kata kancil. "Huss bisa kok cil, mungkin kita sedang tersedot di dunia yang aneh seperti di film2, kita pasti bisa kluar." Sahut Jibon sambil duduk di atas striannya. "Haaa?" jawaban salah. "Hahahahahahaha" Jibon, Adi, Nugraha tertawa terpahak-pahak karena jawaban Kancil.
"Eh ada keruman datang kesini" teriak Kancil (Lagi2 responnya). "Eh iya kok bajunnya sobek-sobek mungkin itu gelandangan yang merasa diusir kemalin kali ya" Jawab Jibon. "Tapi kok banyak ya" tambah Nugraha. "terus nyapo" jwban salah. Kerumunan itu semakin mendekat. Mereka mulai sadar kalo kerumunan itu adalah "ZOMBIE" teriak Kancil (responnya cpet ?). "Eh iya, apa yang harus kita lakukan" sahut Kancil. "Lari lah" teriak Jibon. "Haa?"
"Eh diem tuh liat ada cahaya datang kemari" teriak Kancil (responnya sekali lagi cepat). Cahaya itu semakin mendekat dan mengeluarkan sebuah sinar laser mematikan. Menembaki semua zombie yang ada di situ. "Pesawat luar angkasa?" jawab Jibon. Peswat besar modern dan mereka berempat belum pernah melihat pesawat itu sebelumnya. Pesawat itu mendarat di depan mereka. Dan mereka berempat hanya diam bingung dan seperti orang aneh. Pintu besar pesawat itu terbuka menghantam tanah bumi ini. Muncul seorang pria dewasa bertubuh besar tegap dengan senjata tongkat yang dipegangnya berbaju hitam dan berkata "Jadi kalian ya yang terpilih ?". "terus nyapo" jawab Adi. "haa?" jawab Kancil. "Apa?" jawab jibon. Mereka berempat memasang wajah heran aneh GeJe nyebelin. Dan pria dewasa berbaju serba hitam itu berguman "Kenapa yang terpilih selalu soplak -_-".
-----Bersambung-----
Maaf ya kalau terjadi kesalahan dalam hal nulis. Saya masih harus banyak belajar.
Maaf kalo ada kemiripan nama tokoh.
Thanks guys.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar